Lokasi

Jl. Kayu Manis Timur No.17, Jakarta Timur

Telepon

021 8508 665

Email

info@sman31jakarta.sch.id

KETAHUI KURIKULUM PARADIGMA BARU DALAM PEDIDIKAN

Pemerintah terus berusaha dalam meningkatkan mutu pendidikan di Negara Indonesia. Segala bentuk upaya perubahan sistem dilakukan pemerintah untuk terus menuju  Pendidikan Indonesia menjadi maju. Salah satu yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Negara Indonesia adalah dengan melakukan evaluasi dan revisi kurikulum. Kurikulum ini merupakan salah satu bagian terpenting dalam sistem pendidikan di Negara Indonesia, karena dengan adanya kurikulum dapat menjadi guru dan siswa acuan dalam sistem pembelajaran yang ada.

Kemendikbud Ristek memberikan rencana kurikulum paradigma baru yang akan ditetapkan pada tahun 2022. Rencana kurikulum terbaru ini akan dinilai lebih efektif dalam tujuan negara indonesia, yaitu memberantas kebodohan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kurikulum terbaru ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yaitu KTSP 2013. dalam sistem pembelajaran, siswa akan dihadapi pada materi yang lebih padat dan tidak membahas materi yang dinilai kurang esensial.

Kurikulum paradigma yang baru ini memiliki 7 poin pokok dalam peningkatan pendidikan Negara Indonesia

1. Struktur Kurikulum

Dalam struktur kurikulum paradigma baru ini. Pemerintah akan menjadikan Profil Pelajar Pancasila (PPP) sebagai acuan utama dalam struktur kurikulum baru. Segala cakupan isi, proses pembelajaran, penilaian, asesmen, dan prinsip belajar aka beracu pada Profil Pelajar Pancasila (PPP).

2. Capaian Pembelajaran (CP)

Pada kurikulum sebelumnya, yaitu KTSP 2013, capaian Pembelajaran (CP) menggunakan istilah Kompetensi Dasar (KD) yang digunakan sebagai ukuran kompetensi yang harus dicapai oleh siswa dalam menempuh pembelajaran.Dengan susunan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru ini, diharapkan siswa dapat mencapai pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

3. Pendekatan Tematik

Pada kurikulum sebelumnya, pendekatan tematik hanya digunakan pada tingkatan satuan pendidikan sekolah dasar (SD). Rencana kurikulum paradigma terbaru ini akan dapat digunakan dan diaplikasikan dalam jenjang pendidikan lainnya. Guru dan tenaga kependidikan dapat leluasa menggunakan pendekatan tematik ataupun dapat juga dengan pendekatan lainnya, yang mana nantinya pendekatan tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

4. Jam Pelajaran

Pada kurikulum sebelumnya, pembelajaran memiliki jam pelajaran yang diatur dalam perminggunya dan harus terpenuhi oleh target. Namun pada rencana kurikulum paradigma terbaru ini tidak ditetapkan jumlah jam pelajaran per minggunya, akan tetapi akan diakumulasikan pada jam pertahunnya. Dengan adanya sistem ini, setiap satuan pendidikan dapat lebih mudah untuk mengatur pelaksanaan pembelajaran siswa sesuai dengan kalender akademik yang ada.

5. Model Pembelajaran Kolaboratif

Pada rencana kurikulum paradigma baru ini, model pembelajaran akan bersifat lebih kolaboratif misalnya pada asesmen lintas mata pelajaran, yang mana asesmen sumatif ini akan di bentukkan dalam bentuk proyek aplikatif untuk peserta didik. Untuk jenjang sekolah dasar, dapat dilakukan minimal dua kali setahun. dan pada sekolah menengah dapat dilakukan minimal tiga kali setahun Model Pembelajaran Kolaboratif ini memiliki tujuan dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila (PPP).

6. Mata Pelajaran Informatika

Rencana kurikulum paradigma baru ini akan ditambahkan mata pelajaran Informatika yang dapat dipelajari sejak jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) Selain pandai dalam materi akademik, siswa juga diharapkan mampu memahami dan pandai dalam hal non akademik serta dapat memanfaatkan dari adanya perkembangan digital 4.0 dengan mata pelajaran informatika Apabila dalam satu satuan pendidikan tersebut tidak memiliki guru dengan latar belakang IT, maka dapat digantikan dengan guru umum untuk mengampu mata pelajaran informatika. Karena bahan ajar mata pelajaran informatika sangat mudah untuk diterapkan dan di aplikatif oleh guru dengan latar belakang pendidikan manapun.

 

7. Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS)

Kurikulum paradigma baru akan menggabungkan kedua pelajaran, antara Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Gabungan ini merupakan hal baru dalam dunia pendidikan. Tujuan dari penggabungan kedua pelajaran tersebut adalah, agar siswa pada saat mengikuti pelajaran di sekolah menengah pertama dapat memfokuskan pada kedua mata pelajaran tersebut. Dan pada saat sekolah menengah atas (SMA) siswa dapat memilih antara IPS dan IPA sesuai dengan keinginan dan dalam memfokuskan kedua jurusan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

Ada Pertanyaan

Apabila ada informasi lain yang ingin anda ketahui, silahkan hubungi kontak di bawah ini

Didukung Oleh :