Lokasi

Jl. Kayu Manis Timur No.17, Jakarta Timur

Telepon

021 8508 665

Email

info@sman31jakarta.sch.id

Pembahasan Sel Elektrolisis Pada Pelajaran Kimia SMA

Pengetahuan

Di dalam keseharian, beberapa benda dapat mengeluarkan sejumlah arus listrik, ini disebabkan adanya perubahan kimia. Disebut dengan reaksi elektrokimia, reaksi ini terjadi ada pada sel elektrokimia. Perlu diketahui juga jika sel elektrokimia disebut juga sel elektrolisis.

Pernahkah Anda melihat logam yang berkarat? Logam yang berkarat merupakan salah satu fenomena penyepuhan dari logam yang dilapisi permukaan dari logam melalui proses elektrolisis misalnya pisau jika dilapisi menggunakan perak supaya tahan dari karat. Elektrolisis adalah suatu elektrolit yang mengurai melalui arus listrik pada sel elektrolisis. Simak mengenai pembahasan sel elektrolisis pada pelajaran Kimia SMA.

Pengertian Sel Elektrolisis

Sel elektrolisis merupakan reaksi kimia yang menggunakan energi listrik. Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia digunakan untuk mengarahkan reaksi redoks yang tidak spontan melalui energi listrik. Sel ini juga memiliki komponen utama yakni:

  • Elektrolit merupakan zat yang menghantarkan energi listrik.
  • Anode yaitu sebagai tempat terjadinya reaksi oksidasi memiliki muatan positif
  • Katode yaitu sebagai tempat terjadinya reaksi reduksi memiliki muatan negatif
  • Sumber listrik untuk menyuplai arus yang searah ke baterai

Perbedaan antara Sel Elektrolisis dengan Sel Volta

Dengan penjelasan diatas sudah jelas perbedaan antara sel elektrolisis dan sel volta. Berikut ini perbedaan dari kedua sel tersebut:

  • Sel elektrolisis merupakan sel elektrokimia yang dapat mengubah sebuah arus listrik menjadi energi kimia dan memiliki kandungan anoda positif dan katoda yang negatif serta menampilkan reaksi redoks yang tidak langsung.
  • Sedangkan sel volta adalah perubahan reaksi kimia menjadi energi listrik yang diubah oleh sel elektrokimia, yang memiliki kandungan anoda yang negatif dan katoda positif, dan menampilkan reaksi yang spontan melalui reaksi redoks sel volta.

Proses dari Reaksi Sel elektrolisis

Menghubungkan kedua kutub, antara kutub positif dan negatif, kutub positif searah dengan anode sedangkan kutub negatif ke katode merupakan cara kerja dari sel elektrolisis , saat keduanya dihubungkan akan terjadi over potential maka akan menimbulkan sebuah reaksi reduksi, dan secara tidak langsung oksidasi akan berlangsung.

Saat reaksi sel elektrolisis berlangsung pada sistem larutan, ada beberapa faktor yang menyebabkan persaingan reaksi redoks yang sedikit kompleks. Berikut merupakan faktor yang dimaksud :

1. Bahan Elektrode

Apabila elektrode yang menggunakan anode maka akan mengalami oksidasi karena asalnya dari logam aktif.
Bahan elektrode ini terbuat dari grafit dan logam inert, tidak mengalami reduksi maupun oksidasi. Yang mengalami hanya spesi yang di sekitar elektrode saja.

2. Potensial Tambahan atau Overpotential

Pada umumnya jika potensial tambahan yang dibutuhkan berlebihan maka interaksi permukaan elektrode akan terjadi elektrolisis dan menghasilkan gas.

3. Ion yang Ada di sekitar Elektrode

Di sekitar anode memiliki ion-ion E° yang lebih negatif sehingga akan terjadi oksidasi.
Di sekitar anode memiliki ion-ion E° yang lebih positif sehingga akan terjadi reduksi.

Contoh Sel elektrolisis

Contoh (NaCl) Natrium klorida cair bisa dielektrolisis dan menggunakan sel elektrolitik. Yang kedua elektroda inert dimasukkan pada natrium yang sudah dilelehkan mengandung kation Na + dan Cl – anion terdisosiasi.

Pada saat percobaan listrik yang mengalir pada sirkulasi, disini katoda akan mempunyai banyak elektron dan dari elektron itu akan dikembangkan muatan negatifnya. Sedangkan muatan positif yang dimiliki oleh kation natrium akan tertarik ke katoda yang memiliki muatan kebalikannya yaitu negatif.

Secara bersamaan, katoda yang bermuatan positif akan menarik atom klorin kemudian di anoda akan membentuk gas klorin atau Cl 2. Untuk menyelesaikan rangkaian arus ini menggunakan pembebasan 2 elektron.

Dibawah ini persamaan kimia terkait tentang keseluruhan sel.

Reaksi di katoda = [Na+ + e- → Na] x 2
Reaksi di Anoda = 2Cl- → Cl2 + 2e-
Reaksi di Sel = 2NaCl → 2Na + Cl2

Di dalam sel elektrolitik tersebut senyawa kimia akan melakukan elektrolisis dan reaksi sel juga akan menimbulkan natrium klorida yang cair lalu akan mendapatkan produk dari gas klor dan natrium logam.

Nah itu lah pembahasan mengenai sel elektrolisis pada pelajaran Kimia SMA. Jadi, sel elektrolisis merupakan reaksi kimia yang penting saat di aktivitas sehari hari. Begitu juga dengan sel volta dan sel elektrokimia memiliki peran dan kegunaan sendiri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

Ada Pertanyaan

Apabila ada informasi lain yang ingin anda ketahui, silahkan hubungi kontak di bawah ini